Kamis, 29 Maret 2012

Telepon Nirkabel (Cordless Phone)



Telepon nirkabel merupakan kombinasi telepon dan radio pemancar/penerima. Masalah utama pada telepon nirkabel yang tidak ditemui pada telepon biasa:
1.                  Jarak handset dengan base.
2.                  Kualitas suara yang dipengaruhi oleh jarak sinyal radio informasi dipancarkan       dan interferensi.
3.                  Keamanan pembicaraan, dimana sinyal radio handset ke base sebagai penerima dipancarkan melalui udara terbuka sehingga memungkinkan untuk disadap oleh telepon nirkabel yang lain atau oleh scanner radio.

FCC (Federal Communication Comission) menetapkan lebar pita frekuensi telepon nirkabel sebagai berikut:
1.            Lebar pita 43-50 MHz pada telepon nirkabel produk pertama dengan model berbiaya murah. Jarak jangkauan pendek (kira-kira 330 m), kualitas suara terendah dan mudah disadap oleh scanner radio.
2.            Lebar pita 900-928 MHz merupakan frekuensi telepon nirkabel akhir-akhir ini. Jarak jangkauan lebih jauh yaitu 1500 m hingga 2100 m dan kualitas suara lebih baik. Namun, sinyal 900 MHz masih dapat disadap dengan mudah oleh scanner radio.
3.            Lebar pita 2,4 GHz atau 5,8 GHz yang dibuka oleh FCC pada tahun 1998 dengan jarak terjauh dan pembicaraan lebih terjamin daripada telepon nirkabel dengan model frekuensi rendah.
Pada teknologi analog (yang lazim digunakan pada telepon nirkabel dengan model yang berharga murah) cenderung sinyal analognya lebih banyak noise atau mudah terinterferensi sehingga mempengaruhi kualitas suara yang dihasilkan. 

Sedangkan teknologi digital memberikan suara yang jernih. Selanjutnya, pada sinyal digital pembicaraan lebih terjamin. Pada tahun 1995, DSS (Digital Spread Sprectum) diperkenalkan pada telepon nirkabel yang membuatnya hampir tidak mungkin pembicaraan dapat disadap oleh orang lain.
Telepon nirkabel mempunyai dua bagian utama yaitu base dan handset:
a.                   Base dimana saluran telepon dapat disambungkan. Base menerima panggilan masuk dalam bentuk sinyal listrik lewat saluran telepon, kemudian diubah menjadi sinyal radio dan dipancarkan.
b.    Handset, menerima sinyal radio dari base, lalu mengubahnya menjadi sinyal listrik dan mengirimkannya ke speaker, dimana sinyal listrik telah diubah menjadi suara. Ketika pelanggan pemanggil berbicara pada handset, ia memancarkan sinyal suara yang telah dikonversikan ke sinyal listrik oleh base dan saluran telepon mengirimkannya ke pelanggan yang dipanggil.
Base dan handset beroperasi pada suatu pasangan frekuensi yang diperkenankan kepada pelanggan untuk berbicara dan mendengar pada waktu bersamaan disebut frekuensi duplex.





Salah satu contoh telepon nirkabel yaitu GE (General Electric) yang dibuat pada tahun 1993 dan beroperasi di lebar pita 43-50 MHz.

1. Base
Blok diagram unit base ditunjukkan pada gambar 2.11
Gambar 2.1.1 Blok diagram Base
Komponen-komponen pada base:
1.            Interface saluran telepon, merupakan
penerima panggilan masuk dan pengirim panggilan keluar serta penerima dan pengirim perubahan arus listrik pada saluran telepon dari ke komponen radio pada base.
2.            Komponen radio.
·        Penguat sinyal dari dan ke interface saluran telepon.
·         Pemancar dan penerima sinyal radio dari dan ke handset melalui antena.
·                          Penerima arus listrik dari saluran telepon dan dari pengontrolan oleh    pemakai (keypad).
·                          Komponen radio menggunakan kristal quartz, satu untuk mengirimkan sinyal dan satu lagi untuk menerima sinyal.
Disamping komponen di atas, base juga mempunyai keypad untuk mendial, LCD (Liquid Crystal Display) penunjuk identitas pemanggil dan LED sebagai indicator power dan indicator pengisian baterai.

2. Handset

Handset dapat dibawa sepanjang rumah atau di luar rumah dalam jarak jangkauan sinyal yang dapat diterima dan dipancarkan oleh base. Handset mempunyai semua peralatan telepon standard (speaker, mikropon, keypad), ditambahkan peralatan pemancar dan penerima radio FM.
Gambar 2.12 Blok diagram handset

Komponen-komponen pada handset:
1.                  Speaker, pengubah sinyal listrik dari komponen radio menjadi suara yang dapat didengar oleh pemanggil.
2.                  Mikrofon, penangkap suara pemanggil dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang dikirimkan ke penguat audio pada komponen radio. Mikrofon pada dasarnya merupakan speaker dengan prinsip kerja yang berlawanan.
3.                  Keypad, untuk mendial nomor. Keypad mengubah penekanan ujung jari yang tepat pada tombol menjadi sinyal listrik yang dikirimkan ke komponen radio. Di bawah tombol karet elastis keypad terdapat material hitam yang mampu mengalirkan arus listrik. Keypad bekerja seperti sebuah remote control.
4.                  Buzzer atau ringer, yang memberitahukan adanya panggilan datang. Ketika komponen radio handset menerima sinyal ringing tone, kemudian mengirimkan sinyal listrik ke buzzer. Buzzer mengubah sinyal listrik tersebut menjadi suara seperti yang dilakukan oleh speaker.
5.                  Komponen radio
·                    Penguat sinyal listrik dari dan ke mikrofon atau speaker.
·                    Pengirim dan penerima frekuensi radio FM dari dan ke base.
·                   Komponen radio handset menerima sinyal radio pada frekuensi yang sama dengan frekuensi kristal pemancar dari base, mengubahnya ke sinyal listrik dan mengirimkan ke speaker atau buzzer (ringer).
6.   LED
      Kebanyakan handset mempunyai satu atau lebih LED (Light Emitting Diodes) sebagai indikator berbagai hal, seperti ketika handset tidak terhubung ke base atau ketika baterai lemah.
7.   Baterai
Merupakan penyuplai tegangan ke seluruh rangkaian elektronik handset. Semua handset telepon nirkabel memakai baterai yang dapat diisi ulang (seperti nickel-cadmium, nickel-netral, hydride atau lithium).

0 Comment @1!$%^&*(0:

Poskan Komentar

mo koment??? komentarr jjahhh,,,